0Shares

Senin, 11 November 2019, tepat pukul 22.10 WIB, 5 santri MDS tiba di Bandara Sukarno-Hatta. Kelima santri tersebut dinyatakan tuntas mengikuti program daurah ilmiah satu bulan ke al-Azhar Mesir. Program ini adalah agenda tahunan yang diperuntukkan bagi santri kelas 6 MDS. Tingkat akhir dari pembelajaran enam tahun. Kelimanya adalah Ulil Albab, Ahmad Kafa Billah, Syahrul Amin, Haikal Ali, dan Sultan Rafi al-Sidqan.

Program ini sudah direncanakan sejak awal tahun MDS berdiri (2014). Dan mulai awal tahun ini, tepatnya pada 28 Maret 2019, dimulai dengan penanda tanganan MoU antara Madrasah Darus Sunnah (MDS) Ciputat dan Madrasah Darul Ulum (MDU) Lido. Penanda tanganan diadakan di kediaman KH. Yazid Dimyati, selaku pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Lido. Kiai Muda dengan ribuan santri ini juga salah satu alumni Ma’had Darus Sunnah, murid Kiai Ali Mustafa Yaqub (1952-2016).
.
Kedua lembaga pendidikan sepakat untuk bekerjasama mengirimkan sejumlah santrinya ke Mesir. Selama satu hingga dua bulan, mereka akan mengikuti daurah ilmiah di majlis yang diampu oleh masyayikh al-Azhar. Salah satunya ialah majlis Syaikh ‘Ala Muhammad Mushtafa di kota Alexandria. Selain mengaji dan talaqi tiap hari dari pagi hingga malem, 30 santri juga akan berkesempatan berziarah ke berbagai makam ulama di Alexandria dan Kairo. Di antaranya ialah makam Imam al-Syafi’i (150-204 H), Imam al-Bushiri (610-695 H) pengarang bait-bait Burdah, dan Imam Ibnu Athaillah al-Sakandari (648-709 H).
.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pesantren Darul Ulum Lido sudah rutin mengadakan dauroh ilmiah ke Mesir. Program ini diperuntukan bagi santri tingkat akhir madrasah aliyah. Selain melalui seleksi ketat, santri yang didelegasikan adalah mereka yang siap mengabdi di pesantren. Harapannya, sanad keilmuan yang didapatkan dari masyayikh al-Azhar dapat diajarkan ke santri-santri yang lain.
_.
Semoga berkah dan manfaat. Mari bersama menyemai generasi penerus yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa.