0Shares

Kitab karya Dr. Usamah al-Sayyid Mahmud al-Azhari yang berjudul “al-Hadits wa al-Muhadditsun fi al-Azhar al-Syarif” (2014) ini fokus menjabarkan peran dan pergulatan panjang ulama al-Azhar dalam berkhidmah kepada hadis. Kitab setebal 48 halaman ini menyajikan paparan yang sistematis dan padat. Setidaknya ada dua alasan mengapa kitab ini penting kita kaji.

Pertama, karya ini ditulis oleh salah satu ulama kontemporer al-Azhar. Oleh karenanya, kita akan mendapatkan analisis-deskriptif mutakhir terkait diskursus keilmuan hadis di universitas tertua di dunia itu. Kedua, buku ini secara rinci berhasil memetakan peran-peran kunci yang selama ini sudah tertradisikan di kalangan ulama al-Azhar, khususnya dalam upaya menghidupkan dan memperluas kajian-kajian hadis.

Menurut kitab yang diterbitkan oleh Khasheeda Publishing ini, setidaknya ada 8 peran penting yang dimiliki al-Azhar. Pertama, peran al-Azhar dalam menjabarkan (mensyarah) makna teks-teks kitab hadis induk, semisal “Shahih al-Bukhari”, “Shahih Muslim”, dan kitab Sunan lainnya. Kedua, dalam bidang pengembangan metode kajian hadis (manahij al-muhadditsin). Ketiga, perumusan dan penelitian ilmu musthalah hadis (ulum al-ishthilah).

Keempat, kajian ilmu takhrij hadis. Kelima, mentradisikan majlis-majlis pembacaan dan pemberian ijazah sanad atas kitab-kitab hadis.
Keenam, melakukan penelitian terus menerus dalam mengkaji kualitas periwayatan hadis. Ketujuh, menyusun kitab-kitab jami’ atau ensiklopedi hadis. Dan yang kedelapan ialah melakukan kajian filologi atas naskah-naskah kitab hadis yang masih berupa manuskrip.

Lantas seperti apa detail nya? Insipirasi metodologis apa yang dapat kita timba dari beragam kajian hadis di al-Azhar di atas?

Sambil menyeduh kopi, menarik untuk sejenak kita singgahi.