0Shares

Ciputat- Rabu 06 November 2019, Madrasah Darussunnah mengadakan pelepasan tim Biksah di Masjid Muniroh Salamah, Pesantren Darussunnah Ciputat.

Biksah yang merupakan singkatan dari Bakti Santri Darussunnah merupakan rangkaian agenda kelas akhir santri Madrasah Darussunnah Ciputat. Biksah yang dalam bahasa Arab bermakna pengutusan merupakan agenda pengutusan santri kelas akhir Madrasah Darussunnah ke lembaga-lembaga yang ada di daerah dalam rangka praktik mengajar dan pengabdian terhadap lembaga pendidikan dan masyarakat.

Pada pengutusan perdana ini, lembaga yang menjadi tempat pengabdian tim Biksah adalah pondok pesantren Tajul Ulum di desa Kadungbang, kecamatan Cimanuk, kabupaten Pandeglang, Banten.

Dalam pelepasannya, KH. Zia ul Haramein, Khadim Ma’had Darussunnah, mengungkapkan bahwa agenda Biksah diharapkan benar-benar bisa meneladani fenomena Biksah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw., yakni mampu mencerahkan masyarakat dan berdedikasi penuh mewujudkan kemaslahatan umat serta menjunjung tinggi adat istiadat setempat.

Hal demikian beliau sampaikan sambil mengutip kisah Nabi Muhammad Saw mengutus Muadz bin Jabal dalam agenda pengutusan (Biksah) ke daerah Yaman untuk penyebaran Islam.

Kepala Madrasah Darussunnah, Ust. Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah, menambahkan bahwa momentum Biksah ini adalah waktu untuk mengaplikasikan ilmu2 yang sudah didapat di Darussunnah. Kenikmatan yang indah yang bisa dirasakan oleh santri adalah saat ia bisa mengajarkan ilmu2 yang sudah ia dapat.

“Semua akan indah pada waktunya,” tandas beliau.

Agenda Biksah akan diselenggarakan selama 18 hari, terhitung sejak 06 November hingga 24 November 2019.

Antusiasme Pelaksanaan Biksah

Cimanuk, Pandeglang – Suasana masjid Pesantren Tajul Ulum begitu ramai dan khidmat. Hari ini, Rabu, 06 November 2019, acara pembukaan agenda Biksah resmi dibuka di lokasi pengabdian, Pondok pesantren Tajul Ulum Cimanuk Pandeglang.

Agenda yang memiliki slogan “Belajar, Mengabdi dan Berdedikasi” itu dibuka dengan khidmat dan dihadiri oleh pimpinan pesan Tajul Ulum, dewan asatiz dari dua lembaga serta tokoh masyarakat setempat.

KH Mahrus Amin, pengasuh pesantren Tajul Ulum, menyampaikan bahwa beliau sangat bahagia sekali menerima kedatangan tim Biksah ke pesantren “Tajul Ulum. Silakan anggap pesantren ini seperti rumah sendiri, mengabdi dan berdedikasi semaksimal mungkin untuk pesantren ini,” tutur beliau.

Secara keseluruhan, sasaran pengabdian tim Biksah mencakup 3 lembaga ; Pesantren Tajul Ulum, MI Darul Huda Nurussa’adah, dan Pesantren Nurun-Najah. Yang keseluruhannya berada di kecamatan Cimanuk Pandeglang.

Bertempat tinggal di Pesantren Tajul Ulum, tim Biksah pulang pergi mengajar di MI Nurussa’adah setiap pagi dan pesantren Nurun-Najah setiap sore dan malam. Adapun di pesantren Tajul Ulum sendiri tim Biksah mendapat jadwal mengajar mata pelajaran keislaman di tingkat Tsanawiyah pada pagi hari dan beberapa ekskul pada sore dan malam hari.

Untuk kegiatan di luar pelajaran kelas, tim Biksah menggelar sosialisasi dan simulasi praktik Bahtsul Masail, bedah buku Belajar Bahagia dari Nabi (hasil karya tulis santri tim Biksah saat kelas 1 Mts), mengajar bahasa Arab Inggris, Barzanjian, melatih muhadoroh, mengadakan perlombaan dan lain sebagainya.

Agenda tersebut diselenggarakan di pesantren Tajul Ulum dan pesantren Nurun-Najah setiap sore dan malam. Adapun di MI Nurussa’adah tim Biksah diamanhi mengisi KBM pagi saja.

Penutupan Biksah dan Langkah Lanjutan Kerjasama Antar Kedua Lembaga

Dua Minggu berselang, pada Senin 18 November tim Biksah menyelenggarakan perlombaan di MI Nurussa’adah dan diakhiri dengan berenang bersama siswa MI di wisata Air Cikoromoy yang lokasinya pas depan sekolah MI. Pada Rabu (20/11)  mereka menutup acara pengabdian Biksag dan dibarengi dengan pembagian hadiah perlombaan. Sorak sorai gembira meramaikan suasana acara, meski derai keharuan juga bermunculan saat mereka mengalami perpisahan.

Berikutnya, pada Sabtu 23 November 2019, tim Biksah bekerjasama dengan Ikatan Pelajar Tajul Ulum (IPTU) mengadakan perlombaan di pesantren Tajul Ulum. Para peserta adalah santri pesantren Tajul Ulum yang kelompoknya dibagi per-konsulat daerah.

Ada 5 jenis perlombaan yang dilombakan, yakni lomba futsal, lomba estafet, lomba cerdas cermat, lomba rangking 1, dan lomba mengisi air di paralong yang sudah dilubangi. Semua santri tampak antusias berpartisipasi meramaikan acara ini, hiruk-pikuk dan sorak-sorai kebahagian nyaring terdengar di pesantren Tajul Ulum.

Malam harinya digelar acara Malam Keakraban antara pesantren Darussunnah, Tajul Ulum dan Nurunnajah. Acara ini berisi penampilan-penampilan santri 3 lembaga, serta kesan-kesan dari perwakilan 3 lembaga.

“Santri adalah singkatan Solusi Anak Negeri Terhadap Republik Indonesia,” ucap Ust. Mustahdi, MA selaku kepala MI Nurussa’adah saat menyampaikan pesan dan kesan atas terselenggaranya acara Biksah. Beliau sangat berterimakasih kepada tim Biksah karena sudah cukup banyak membantu mencerdaskan siswa MI Nurussa’adah kurang lebih selama 2 minggu.

Mengusung slogan “Togetherness, Active and Creative”, acara Malam Keakraban yang diadakan di lapangan pesantren Tajul Ulum dan dihadiri seluruh santri pesantren Tajul Ulum dan Nurun-Najah ini berlangsung lancar dan penuh khidmat kebersamaan.

Sederet acara di atas merupakan rangkaian agenda akhir Biksah 2019. Puncaknya adalah pada hari Ahad 24 November 2019, tepatnya Bakda Ashar penutupan resmi acara Biksah digelar. Acara berisi sambutan-sambutan dari ketua rombongan Biksah, kepala Madrasah Darussunnah dan pengasuh pesantren Tajul Ulum. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah dan pemberian cinderamata antar tiga lembaga.

Dalam sambutannya, Ust Ahmad Ubaydi Hasbillah menyampaikan bahwa pihak Darussunnah mengucapkan banyak terimakasih karena telah diberikan wadah untuk belajar para santri Madrasah Darussunnah. “Manisnya belajar ada pada saat mengajar. Dengan mengajar kita bisa mengetahui banyak hal,” tutur Ust. Ubaid.

KH. Mahrus Amin, pengasuh pondok pesantren Tajul Ulum, menyampaikan bahwa pihak pesantren mengucapkan selamat dan berterimakasih atas terselenggaranya agenda Bakti Santri Darussunnah (Biksah) kali ini.

“Kami berharap semoga ada lanjutan dari agenda Biksah ini. Semoga tahun depan bisa ada kegiatan serupa di pesantren ini. Dan kami berharap pesantren Tajul Ulum bisa menjadi pesantren binaan Darussunnah. Terakhir kami sampaikan kepada para santri Biksah, ‘Khudz ma Sofa wa da’ ma kadar’ (ambil yang baik-baik dari pesantren ini dan tinggalkan yang buruk-buruk).” Ucap beliau.

Acara diakhiri dengan doa penutup, bersalaman antara santri dan dewan guru serta foto bersama.

Alhamdulillah, dengan izin dan rahmat Allah Swt, agenda Bakti Santri Darussunnah tuntas terselenggara. Prestasi yang baik tetap perlu dipertahankan, evaluasi dan koreksi tetap perlu dilakukan untuk hasil yang terbaik. Semoga tahun depan dan tahun-tahun berikutnya bisa lebih baik lagi. Amin ya Rabbal Alamien.