0Shares

Awal bulan yang lalu, 8-9 November 2018, untuk pertama kalinya Madrasah Darus-Sunnah (MDS) mendelegasikan santrinya mengikuti forum bahtsul masail antar pondok pesantren Jawa Madura. Di ajang bahtsul masail yang diadakan di pondok pesantren Sirojul Ulum Semanding Pare tersebut, MDS mengutus 3 santri dan 2 asatidz.
_.
Tidak hanya sekedar hadir untuk memenuhi undangan saja, akan tetapi momen tersebut juga digunakan sebagai kesempatan untuk studi banding. Sehari sebelumnya, delegasi MDS dan tim asatidz berkunjung ke kantor Lembaga Bahtsul Masail pesantren Lirboyo Kediri. Tujuannya untuk menimba ilmu dan pengalaman menggalakan forum bahstul masail. Baik di internal pesantren ataupun di luar pesantren.
_ .
Begitu juga, delegasi MDS berkunjung ke pesantren Tebuireng Jombang. Targetnya sama, menimba pengalaman seluk beluk mengelola lembaga batsul masail. Pengalaman ini diperkaya lagi saat batsul masail di pesantren yang dekat dengan kampung Inggris Pare di atas dilangsungkan. Tim MDS bisa leluasa berbincang dengan puluhan delegasi dari pesantren Jawa-Madura lainnya.
.
Dalam sambutannya, ustadz Ainul Huda selaku ketua FBMPP Pare menyambut baik keikutsertaan pesantren Darus-Sunnah Ciputat. Santri pondok pesantren Mahir Arriyadl Ringinagung itu berharap, MDS dapat istiqamah mengikuti ajang batshul masail serupa yang diadakan di tahun-tahun berikutnya. Dari keikutsertaan ini, santri MDS diharapkan memiliki modal pengalaman untuk merintis forum bahstul masail antar pesantren di Jabodetabek dan sekitarnya.
.
Semoga.